PENGUATAN LITERASI BILINGUAL MELALUI STORYTELLING BERBASIS NILAI-NILAI ISLAMI PADA PESERTA DIDIK KELAS III MI MAGGARUPPI
DOI:
https://doi.org/10.62330/pjpm.v3i02.571Abstract
Kemampuan literasi bilingual pada peserta didik sekolah dasar, khususnya madrasah ibtidaiyah, masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari aspek kebahasaan maupun pendekatan pembelajaran yang kurang kontekstual. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menguatkan literasi bilingual (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) melalui metode storytelling berbasis nilai-nilai Islami pada peserta didik kelas III MI Manggaruppi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, praktik langsung, dan dokumentasi kegiatan. Storytelling dipilih karena mampu mengintegrasikan aspek bahasa, imajinasi, serta nilai moral dalam satu aktivitas yang menyenangkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik lebih antusias dalam belajar bahasa, mampu memahami kosakata sederhana dalam dua bahasa, serta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap nilai-nilai Islami seperti kejujuran, tanggung jawab, dan tolong-menolong. Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa pembelajaran berbasis cerita memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan diri sekaligus menyerap pesan moral secara alami. Dengan demikian, storytelling berbasis nilai Islami dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran literasi bilingual yang efektif dan kontekstual di lingkungan madrasah.





Paramacitra : Jurnal Pengabdian Masyarakat licensed under a