Implementasi Deep Learning melalui Pembelajaran Bermakna berbasis Proyek di Sanggar Kegiatan Belajar 33 Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.62330/pjpm.v3i01.338Keywords:
Deep Learning, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran bermakna, pendidikan nonformal, penguatan pamongAbstract
Penerapan deep learning di SKB 33 Jakarta menjadi urgensi karena satuan ini melayani warga
belajar dari latar belakang yang beragam. Namun, keterbatasan pamong dalam merancang pembelajaran
aktif dan kontekstual menjadi kendala dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Melalui
kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (PKM-KKN) Universitas Negeri
Jakarta pada 27 Mei 2025 di SKB 33 Jakarta, program ini bertujuan memperkuat kapasitas pamong
melalui pendekatan project-based learning (PjBL). Kegiatan terdiri atas lima tahap: sosialisasi, pelatihan,
penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Hasil kegiatan
menunjukkan peningkatan kemampuan pamong dalam menyusun RPP berbasis deep learning, dengan
nilai rata-rata 88 dan tingkat kepuasan peserta tergolong “Amat Puas” (rerata 3.46). Kegiatan ini tidak
hanya berdampak pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan pamong, tetapi juga mendukung
pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang
pendidikan berkualitas. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi pendidikan tinggi
dalam transformasi pembelajaran nonformal yang kontekstual dan bermakna.





Paramacitra : Jurnal Pengabdian Masyarakat licensed under a